Beda kecap saharti (beda kata satu arti)

Dalam bahasa sunda terdapat kata – kata yang artinya sama, hanya saja penggunaannya yang beda. Terkadang orang yang belum mengerti benar akan bahasa sunda kesulitan membedakannya. Bahkan orang sunda sendiri pun sudah melupakan tata bahasa ini. Dari kata sederhana saja misalnya “makan”, dalam bahasa sunda bisa diartikan dalam berbagai kata sesuai peruntukannya.

Makan =

  • Dahar (untuk diri sendiri atau orang lain. Kasar jika diucapkan ke yang lebih tua dari kita atau yang kita hormati, atau ke orang yang tidak kita kenal. Wajar bila diucapkan pada yang lebih muda dari kita atau teman sebaya yang sudah akrab).

conto :

“cik pangmawakeun sangu bapa hayang dahar, meni lapar. Ari maneh geus dahar can?”

“Bawain nasi dong bapa mau makan, laper banget. Kalau kamu sudah makan belum?”

  • Neda (halus, jika ada kata neda berarti sudah pasti yang makan itu si pembicara)
  • Tuang ( halus,  menandakan bahwa orang lain yang makan)

conto:

“Bapa bade tuang moal? Abdi mah hoyong neda teu kiat lapar”

“Bapa mau makan tidak? Saya mau makan tidak kuat lapar”

” Duh abdi mah hoyong tuang, lapar”     ungkapan yang salah

” Duh saya pengen makan, lapar ” .  yang tepat adalah “duh abdi mah hoyong neda, lapar”

  • Hakan/ngahakan (kasar, biasanya dipakai untuk binatang)
  • Nyatu (kasar, biasa diucapkan untuk binatang )

conto : ” Munding keur nyatu ngahakan jukut ” (Kerbau lagi makan memakan rumput)

Lolodok (untuk binatang unggas seperti bebek, angsa, entog)

pergi=

Mios (untuk diri sendiri)

Angkat ( untuk orang lain)

contoh :

Abdi mios ka sakola nganggo angkot, pami bapa mah angkat ka kantorna nganggo motor

Saya pergi ke sekolah memakai angkot, kalau bapa pergi ke kantornya memakai motor

Datang =

Dongkap (untuk diri sendiri)

Sumping (untuk orang lain)

Abdi nembe dongkap ti Bandung, pun adi oge nembe sumping ti Jakarta

Saya baru datang adari Bandung, adikku juga baru datang dari jakarta

9 thoughts on “Beda kecap saharti (beda kata satu arti)

  1. kurawa06 pok:

    tah, kumargi kitu basa sunda teh kacida beunghar na. palias lamun urang sunda nepi ka mopohokeun kana basa indung sorangan…!

    • M. Zam pok:

      Mandalajati Niskala ngajelaskeun yen sakabeh bahasa TURUNAN TINA BAHASA SUNDA.
      Tong hariwang tong salempang soal kecap SUNDA. Kosakata nujadi kecap anatapi basa manusa sa Dunya mangrupakeun turunan tina kecap ‘primer’ nu dipibanda ku Sunda.
      Tah ieu sabahagian alit penjelasan Mandalajati Niskala, ngenaan kabeungharan basa Sunda ku pribados dicuplik tina:

      http://ahmadsamantho.wordpress.com/2012/02/15/filsafat-sastra-jendra-hayu-ningrat-pangruwating-diyu-yang-ada-kaitannya-dengan-bahasa-ibu/

      ……………………………………………………………..
      ……………………………………………………………..
      Itulah Bahasa Sunda yang tanpa limit sebagai Handbook yang akan membongkar rahasia Sastra Jendra Hayu Ningrat Pangruwating Diyu.
      Kalau tidak percaya, coba bandingkan antara kamus bahasa Inggris yang hanya memiliki perbendaharaan 100.000 kosakata dengan bahasa Sunda Saptapuraga yang memiliki

      perbendaharaan kata sebanyak 1.300 TRILIUN KOSAKATA. Apabila kosakata Saptapuraga dijadikan kamus seperti kamus bahasa inggris, maka akan berjumlah 13 MILIAR KAMUS.

      Jika ukuran volume kamus bahasa Inggris 25X30X8cm yaitu 6.000cm3 atau 0,006M3 maka volume kamus bahasa Sunda Saptapuraga adalah 78 JUTA METER KUBIK. Jika kamus

      disusun dengan ketinggian satu meter maka lahan yang dibutuhkan untuk menyimpan kamus tersebut seluas 78 JUTA METER PERSEGI. Dapat dibayangkan Kota Bandung akan

      penuh dengan kamus bahasa Sunda Saptapuraga.
      Demikian Mandalajati Niskala menjelaskan kepada kami. Semua orang akan merasa heran dengan jumlah kosakata bahasa Sunda sebanyak itu. Kami mencoba menanyakan dengan

      maksud supaya kami betul-betul yakin terhadap ucapan Mandalajati Niskala: “Apakah betul kosakata bahasa Sunda seluruhnya ada 1.300 Triliun Kosakata”? Mandalajati Niskala

      menjawab: “SALAH……. Saya katakan tanpa limit, BUKAN SEBANYAK ITU. Itu hanya dalam cakupan Saptapuraga, maksudnya hanya contoh untuk dibandingkan dengan “KAMUS

      YAHUDI””. Waduh……., penulis tambah bingung dan tambah penasaran. Baik kami akan mencoba bertanya terus untuk meyakinkan kami dan para pembaca: “Apakah 1.300 TRILIUN

      KOSAKATA anda mamahaminya”? Mandalajati Niskala menjawab: “Bukan memahaminnya tapi insyaalloh saya hafal seluruhnya di luar kepala”. Tentu saja sangat mengagetkan,

      setengah tidak percaya namun keyakinan yang terpantul pada raut wajah Mandalajati Niskala dengan jawaban yang tandas, menjadikan rasa penasaran kami semakin meningkat. Kami

      tanyakan lebih jauh: “Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca kamus sebanyak 1.300 Triliun Kosakata”? Beliau menjawab sambil seloroh: “Wa…ah anda pura-pura tidak

      bisa menghitung. Begini, jika membaca satu kosakata membutuhkan waktu rata-rata 2 detik, kemudian kita baca kamus tersebut terus menerus sampai selesai tanpa istirahat, maka

      waktu yang dibutuhkan adalah 80 JUTA TAHUN. Silakan anda hitung sendiri…!!! Heheeh lucu ya…!!!”
      ……………………………………………..
      ……………………………………………..
      Penjelasan Mandalajati Niskala ieu, muagia janten mangfaat.

  2. Fuziruh pok:

    Leres pisan…yuuk urang pertahankeun basa sunda teh ameh teu sirna. Simkuring ngahaja nulis ngangge basa indonesia kusabab seueur rerencangan nu hoyong diajar sunda, supados ngagampilkeun kanu diajar. ^_^

  3. patoh pok:

    ngelu ndas iki, blas ra mudeng

  4. wewe pok:

    aku pengen nanya, jawab yach. kenapa sebagian kata-kata dlm bahasa sunda itu mirip bahkan sama dgn bahasa jawa? seperti contohnya kata-kata ini: kaula, gusti, agung, gede, cokot, anyar, enggal, wengi, leres, neda, dahar, sare, istri, kudu, kulem, tingali, sampean, jenengan, salira, cahya, lawang, getih, itil, bojo, rama, yen, lamun, lian, sejen, dlsb. daku pernah dengar org jawa ngomong berbahasa jawa fasih banget, dan ternyata sebagian ada kata2 jawa yg ternyata mirip bahkan sama dgn sunda. yang aku tanyakan adalah:

    1] kenapa sebagian kata-kata di sunda mirip bahkan sama dengan kata-kata di jawa?
    2] yang benernya, apakah sunda yang menyerap ke bahasa jawa ataukah bahasa jawa yg menyerap ke sunda? ataukah memang nenek moyang jawa bekerjasama dgn nenek moyang sunda untuk menciptakan kata2 itu?
    3] ada berapakah kata-kata sunda yg mirip bahkan sama dgn kata-kata di jawa?
    4] terus apakah bhs sunda jg menyerap dr bahasa lainnya, misalkan dr bhs arab, bhs sansakerta, bhs inggris, bhs indonesia, bhs china, bhs persia, dlsb?
    5] kenapa sunda kasar-lemes-loma di setiap daerah jawa barat berbeda-beda? seperti apa sebenernya sejarahnya? apakah sejarah di jawa barat jg menjadi faktor dialek masing2 di daerah jabar sehingga penggunaan sunda kasar-lemes-loma itu berbeda2 di setiap dialek2 daerah di jabar?

    untuk jawabannya, aku ucapkan, hatur nuhun pisan nya euy. heheheh :-D

    • Fuziruh pok:

      Wah pertanyaannya panjang dan berbobot hehehe.. aku coba jawab ya,tapi belum tentu benar karena sepengetahuanku yg terbatas. Kalau mau lebih jelas coba tanya ahli sejarah sunda atau guru bahasa sunda atau blog tetangga yg lebih ahli.
      Aku pernah baca buku atau artikel yg nyebutin kalau dulu kerajaan sunda pernah dikuasai kerajaan jawa sehingga bahasa yg digunakan di pemerintahan adalah bahasa jawa.Mungkin itu salah satu sebab kenapa bisa mirip.
      Kalau soal banyaknya berapa aku belum pernah ngitung hihihi.. lumayan banyak tapi terkadang meskipun sama punya arti yg beda. Contohnya kalo bahasa jawa “bojo” itu untuk nyebut pasangan baik lelaki atau perempuan.istri atau suami. Kalau di sunda “bojo” mengartikan istri.kalau untuk suami “caroge”
      Bahasa sunda banyak menyerap kata dari bahasa lain seperti bahasa arab atau bahasa belanda. Banyak bahasa serapan yg sudah dibakukan di kamus bahasa sunda.
      Kenapa setiap daerah di jawa barat bisa beda lemes kasarna? Pertanyaan ini juga harus ditanyakan ke ahli bahasa atau ahli sejarah karena aku ga tahu ^_^ . Mungkin karena pengaruh dari daerah itu sendiri dan sejarahnya masing2 berbeda antar daerah.
      Seperti halnya jawa yang punya dialek beda antar daerah misalnya solo dan Tegal. Atau seperti betawi ada beda dialek.aku belum tahu kenapa? Boleh ditanya sama ahli sejarah atau sosiologi.
      Itu saja yang bisa aku jawab. Kalau ada yang bisa bantu jawab silahkan. Hapunten kana kakiranganna.

  5. Aki nolednad pok:

    Sunda awal sarua, teu wanoh undak unduk basa. Etamah ti saprak mataram ngajugrug di tatar sunda. Mun mah make sunda heubeul. Pastina moal lieur.

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s